-
Pojok Kanan ataS
2 Comments
Pemilu kali adalah pemilu yang benar-benar berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang pernah dilakukan di negara kita. Pemilu kali ini ditandai dengan perubahan cara memilih dari mencoblos menjadi mencontreng (pemberian tanda). Belum lagi Kartu suara yang berukuran sangat besar dengan jumlah parpol mencapai 38, lengkap dengan daftar nama caleg menyulitkan masyarakat memilih calon yang dikehendaki.Dari berbagai simulasi pemilu yang telah dilakukan ternyata tingkat kesalahnnya masih cukup tinggi. Kurangnya sosialisasi tentang perbedaan Pemilu 2004 dengan Pemilu 2009, dimungkinkan terjadinya kesalahan terutama dalam pemberian tanda (contreng) di kertas suara. Dari hasil survei ternyata kesalahan dalam pemberian tanda (mencontreng duakali itu salah) sebanyak 52 % mengatakan tidak mengetahuinya, dan 39 % sudah mengetahuinya (PR). Sementara simulasi yang dilakukan beberapa calon anggota legislatif di DIY diketahui tingkat kesalahan tersebut bahkan mencapai 40 persen pemilih (kompas).
Untuk itu diperlukan tips bagi para pemilih agar tidak terjadi kesalahan sebagai berikut :
- Sebaiknya pemilih jangan terlalu dipusingkan dengan nomor urut caleg, tetapi diarahkan ke nomor urut partai saja.
- Untuk lebih tidak pusing lagi sebaiknya pemilih tidak perlu melihat keseluruhan kertas suara karena ukurannya sebesar ukuran koran dan sebelumnya menghafal letak parpol pilihannya dikertas suara tersebut.
- Gampangnya sih contreng saja yang ada di Pokok Kanan ataS, karena sangat mudah dan tidak perlu membuka seluruh halaman kertas suara dan juga menghemat waktu, contoh seperti gambar di atas.
Akhirnya mari kita sama-sama sukseskan pemilu 2009 dengan Gerakan Pojok Kanan ataS.

2 Responses to “Pojok Kanan ataS”
-
[...] Dari berbagai simulasi pemilu yang telah dilakukan ternyata tingkat kesalahnnya masih cukup tinggi. Kurangnya sosialisasi tentang perbedaan Pemilu 2004 dengan Pemilu 2009, dimungkinkan terjadinya kesalahan terutama dalam pemberian tanda (contreng) di kertas suara. Dari hasil survei ternyata kesalahan dalam pemberian tanda (mencontreng duakali itu salah) sebanyak 52 % mengatakan tidak mengetahuinya, dan 39 % sudah mengetahuinya (PR). Sementara simulasi yang dilakukan beberapa calon anggota legislatif di DIY diketahui tingkat kesalahan tersebut bahkan mencapai 40 persen pemilih (kompas). Baca selengkapnya ? [...]
-
Tedy said on April 8th, 2009 at 3:33 pm
Ingat besok . . .
Pojok Kanan ataS . . .


Recent Comments