-
1 Comment
Satu lagi bukti kekejaman zionis israel yang tidak pandang bulu dalam membantai.
-
No Comments
KISAH SEDIH DARI JABALIYA
”Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini,” kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu.
Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di bagian gawat darurat, dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza, dalam berbagai kondisi. Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak memercayai apa yang dilihatnya.
Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.
-
No Comments
Lie #1: Israel is only targeting legitimate military sites and is seeking to protect innocent lives. Israel never targets civilians.
The Gaza Strip is one of the most densely populated pieces of property in the world. The presence of fighters within a civilian population does not, under international law, deprive that population of their protected status, and hence any assault upon that population under the guise of targeting fighters is, in fact, a war crime.
(Watch video: Israeli guns bombard Gaza in escalation of Hamas war)
Moreover, the people Israel claims are legitimate targets are members of Hamas, which Israel says is a terrorist organization. Hamas has been responsible for firing rockets into Israel. These rockets are extremely inaccurate and thus, even if Hamas intended to hit military targets within Israel, are indiscriminate by nature. When rockets from Gaza kill Israeli civilians, it is a war crime. Read the rest of this entry »
-
No Comments
Wartawan dan pengunjung di gedung KPK, Jumat (5/9) menjelang siang terkejut dengan kedatangan anggota Komisi I DPR Al Muzammil Yusuf. Pasalnya, nama anggota Fraksi PKS itu selama ini tidak pernah terkait dengan kasus korupsi.
Melihat kedatangan Muzammil, wartawan segera menghampiri dan mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan. “Pak diperiksa sebagai saksi atas kasus apa? Apa tujuannya datang ke KPK?” berondong wartawan.
Namun, Muzammil tak segera menjawab. Ia hanya tersenyum dan menjawab pelan, “Tidak, saya mau membari khotbah salat Jumat.”
Mendapat jawaban itu, sejumlah wartawan segera mundur dan tak melanjutkan pertanyaan. Namun, sebagian masih berusaha mengajak Muzammil berbincang dan menanyakan materi ceramahnya.
Apakah soal korupsi akan menjadi temanya? Muzammil menjawab,”Tentang takwa. Ya soal takwa akan terkait juga dengan kasus korupsi,” ucapnya. (INILAH.COM)
-
No Comments
BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA
Tatap tegaklah masa depan
Tersenyum lagu kehidupan
Dengan cita cinta dan satu sejuta asa
Bersama membangun IndonesiaPegang teguhlah kebenaran
Kalahkan Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
untuk tegaknya keadilanBangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentangS’lama matahari bersinar
S’lama kita terus berjuang
S’lama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah …Munsyid/Nasyid: Shoutul Harokah
Dapat didownload disini.
Nasyid Mars Korsad (IZZIS) dapat didownload disini
Nasyid-nasyid tsb diatas didapat dari sini.
- No Comments
-
No Comments
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Ali ‘Imran:54).Sejumlah sumber di Belanda, Ahad menegaskan, perpustakaan Belanda dalam minggu-minggu lalu menyaksikan kunjungan yang luar biasa banyaknya terhadap buku-buku Islam di Amsterdam. Orang-orang Belanda membeli dalam jumlah besar mushaf-mushaf elektronik yang diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, sehingga hampir habis di pasar dalam dua hari yang lalu. Sementara 3 orang menyatakan masuk Islam dalam seminggu ini. Sumber-sumber itu menyambut baik reaksi dingin kalangan komunitas Islam di Belanda, dan sikap bijakasana yang diambil generasi kedua umat Islam yang hidup di negara eropa itu.
Hal ini menjadikan kasus yang menimpa mereka Read the rest of this entry »
-
No Comments
“Cinta yang tulus di dalam hatiku,
Telah bersemi karena-Mu
Hati yang suram
kini tiada lagi
Tlah bersinar karena-Mu
Semua yang ada pada-Mu
Membuat diriku
tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu
Hanyalah untuk-Mu
Seluruh hidup
dan cintaku…”Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi
dakwatuna.com – Masih terngiang lirik lagu Cinta Yang Tulus yang dinyanyikan Bangun Sugito alias Gito Rollies, yang popular di tahun 80an. Lagu yang pernah dipopularkan The Rollies itu memang liriknya terkesan religius. Namun kesan itu menjadi paradoks ketika tahu sisi gelap dari kehidupan si pelantun tembang tersebut. Penampilan Gito kala itu urakan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel menghiasi kejayaan The Rollies Band di era 1980-an. Bahkan lagu-lagu cadas meluncur dari suara seraknya. Segudang kendugalannya kerap dikupas dan menjadi langganan infotainment.Sudah menjadi rahasia umum bila dunia selebritis di mana pun berada selalu dekat dan akrab dengan dunia gemerlap (dugem) yang kerap diselingi berbagai macam kesenangan sesaat seperti narkoba Read the rest of this entry »
-
No Comments
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).
Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusahaan dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia. Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. (watch the US crime on WWII
) Read the rest of this entry » -
No Comments
Kebohongan meski ditutup-tutupi sedemikian rupa, suatu saat pasti akan terungkap juga. Buku Misha : A Memoir of the Holocaust Years, karya penulis Belgia bernama Misha Defonseca yang menjadi buku best-seller, ternyata buku yang tak lebih berisi kebohongan dan dan tak lebih dari buku fiktif belaka.
Hal tersebut diakui sendiri oleh penulisnya, yang kini berusia 71 tahun dan tinggal di Massachusetts, AS melalui pengacaranya. “Itu cerita saya. Cerita itu sebenarnya bukan cerita nyata…saya minta maaf pada semua orang yang merasa dibohongi. Saya minta Anda menempatkan diri pada posisi saya, seorang anak perempuan berusia empat tahun yang sangat tersesat, ” tulis Defonseca dalam pernyataannya yang diberikan pada kuasa hukumnya, seperti dilansir Associated Press. Read the rest of this entry »


Recent Comments